Benarkah Penilaian STIK Masih Kurang Efektif? Kenapa Banyak Yang Meniru?

foto ini hanya islustrasi semata
Sebelum Bang Oke menulis, sudahkah anda membaca title? :v jika sudah harap jangan lihat foto diatas, apa lagi mengira Bang Oke menyebutkan/mempromosikan salah satu nama juri/organisasinya. Ikh... ogah banget deh... :v

Baik, kali ini Bang Oke akan menilik lebih lanjut tentang Penilian Burung menggunakan Bendera STIK. Kalian sudah pernah mencobanya? atau sering? atau ketagihan? Pertanyaan besar untuk kalian :
"DULU PENILAIAN MENGGUNAKAN STIK ATAU TIDAK?"
Jawaban akan serentak, "TIDAK", ya tentu tidak, karena dulu masih menggunakan pakem PENTOKAN 38, dan akhir-akhir ini penilaian burung khususnya LOVE BIRD dengan menggunakan STIK terlihat begitu nyaman, tapi apakah kalian pernah mengira bahwa PENILAIAN STIK masih KURANG EFEKTIF?.

PENJELASAN :
Pertama, setiap juri memiliki IQ berbeda beda, ada yang tinggi, ada yang rendah, disini lah faktor utama masih kurang efektif, karena semakin cerdas juri, maka daya serap otak semakin bagus, dan tentunya semakin banyak burung ngekek, maka otak bekerja keras untuk menyimpan berapa second burung tersebut ngekek. Maaf, Bang Oke tidak ngejust juri yang IQnya dibawah rata rata ya :D #keepsmile

Kedua, manusia diberi dua MATA, dua TELINGA, sedangkan dalam satu blok terdapat 8 s/d 10 burung dan itu berbunyi secara serentak dan gacor?, maka terjadi beberapa unsur kesalahan dg daya ingat IQ dan 4 unsur yang kita gunakan untuk menilai burung lebih dari 4. Nah kalau sekarang anda prakterkan, ada 4 burung saja, lalu bersamaan ngekek dan saling bergantian, maka HITUNGAN berubah menjadi PERKIRAAN. :v

Ketiga, PERASAAN setiap manusia berbeda, ada yang suka hitam, ada yang suka putih. Nah, Bang Oke beberapa kali menemukan hal yang lucu, JURI sering menilai/memantau burung yang memiliki pamor/nama/punya rekannya, dan sering mengacuhkan burung lainya, dalam kata lain "ANAK TIRI", dan ujungnya pada penilaian dengan JURI seperti inilah burung durasi panjang dan pendek sering tertukar, bahkan celakanya lagi harusnya burung dengan durasi ekekan sedang diberikan bendera merah/poin tertinggi, dan burung yang lain dengan durasi yang sama diberikan bendera biru/sedang, nah kejadian ini sering terjadi dan kadang sesekali orang memaklumi :v tapi buat Bang Oke, itu bukan hal yang memaklumi, sama saja dengan penilaian dengan menggunakan teriak. Bedanya hanya terucap dengan tertancap :v.

Keempat, atau terakhir untuk penjelasan dari Bang Oke adalah "SANDIWARA", nah... bingung ya penjelasan ke empat kok seperti judul lagu? :v ya seperti inilah Bang Oke melihatnya, JURI terlihat berkomat kamit menghitung second, tapi ujngnya seperti penjelasan ke tiga, dan lebih parahnya lagi ketika kita melakukan intruksi atau bahasa kasanyar TERIAK, JURI memarahi, bahkan korlap sering menarik JURI yang bertugas karena terlalu banyak teriakan, ya memang tidak boleh teriak, kalau memang poin sesuai dan terpantau kinerja ekekan burung, orang tentu tidak akan teriak. Coba logikanya di bolak balik :v pasti sama saja dengan penilaian teriak juga?

Keempat penjelasan diatas, menghasilkan sebuah TREND BARU dimata Kicau Mania, dimana orang beranggapan bahwa "PENILAIANNYA ENAK COY" :v padahal kalau banding banding menurut Bang Oke sih sama aja, cuma beda perasaa aja kali ya... :v

TAPI KENAPA BANYAK YANG MENIRU?
Pertanyaan yang sedep nih, meniru boleh saja, syah saja, toh tidak ada HAK PATEN kan? kalau ada ya kena pasal cuy :D. Lomba / Gantangan adalah area bisnis yang dilumuti dengan unsur hobi, sehingga syah saja penyelenggara menjual STIKnya untuk kepuasan para peserta (:v bang stiknya bang), meniru lalu dikembangkan bukannya lebih indah? itulah sedi dalam kemajuan kita bersama.

Tapi, sering masalah MENIRU STIK menjadi hits banget di kalangan Kicau Mania, pada intinya meniru atau mengembangkan dalam bahasa halusnya itu boleh saja menurut Bang Oke, asal tidak memisahkan kita ya gaes... :D

Kalau boleh nih, Bang Oke minta jawaban di komentar ya, pertanyaannya :
"SIAPA PENEMU BENDERA STIK UNTUK PENILAIAN BURUNG LOVE BIRD?"
Sebelum menutup pembahasan kali ini, Bang Oke cuma mau kasih logika :
"Kalian Kalau Beli Rokok ke Warung atau ke Mini Market?"
Sama-sama membeli, bedanya kalau di warung kadang harganya beda dengan Warung sebelah, padahal bedanya cuma gopek :v tapi kalau ke Mini Market pasti udah ada tulisan harganya, jadinya orang nyebutnya transparan, padahal sama harganya dengan di Warung, cuma tulisannya beda, mereka biasnaya menurunkan harga 1 rupiah, contoh :

  • Minimarket Rp 9.999
  • Warung Rp 10.000
Lah kan sama saja Rp 10.000 dan inilah arti dari kata TRANSPARANT :D sampai jumpa di pembahasan lainnya bersama Bang Okeh... Ditunggu Komentarnya gaes...

No comments

Theme images by Ollustrator. Powered by Blogger.